Skip to main content

Ramuan Penangkal Flu

Health is a choice. Learn how to choose it.

Hari ini saya akan sedikit sok menjadi ahli kesehatan. 

Kemarin saya ngobrol di Line dengan food blogger and photographer dari Surabaya, Jie, yang ternyata lagi ngga enak badan. Flu-ish alias deman-demam kayak mau flu gitu.

Saya kasih beberapa resep "ramuan-ramuan" andalan keluarga saya, yang sudah diuji keampuhannya. Dan ternyata, Jie belum pernah dengar tips ini sebelumnya.

Keluarga saya adalah keluarga yang tidak suka minum obat. Kalau sakit, obatnya tidur, minum air putih yang banyak, dan membuat ramuan penangkal flu ini. 

Buat kalian yang lagi flu atau merasa ngga enak badan, mungkin bisa dicoba resep ramuan-ramuan berikut ini:

1. Jahe coklat
Minuman ini sangat ampuh untuk yang lagi pilek, demam, atau masuk angin. Di Jawa Tengah, khususnya di Salatiga, wedang jahe coklat ini adalah minuman wajib di warung-warung pinggir jalan. Yang lebih menarik, minuman ini mirip dengan minuman dari Spanyol/Mexico, chocolate and red pepper. Fungsinya sama, untuk menyembuhkan flu dan demam. 

Resep:
Versi original: kupas dan keprek jahe muda, masak dengan air matang sampai airnya menyusut. Tambahkan gula jika perlu. Saring dan tambahkan coklat bubuk cacao (yang biasanya buat bikin kue). Aduk dan nikmati.

Versi instan tapi mantep: jahe wangi instan + geprekan jahe muda + coklat bubuk cacao

Versi super instan tapi kurang ampuh: jahe wangi instan + coklat bubuk instan (yang paling cocok Hot Cacao Delfi)

2. Lemon dan madu
Lemon adalah obat flu yg mujarab juga. Minuman ini cocok untuk penderita flu dan batuk, karena jahe kurang cocok untuk penderita batuk. Jahe cenderung bikin tenggorokan gatal. Ketika saya di Eropa, hampir semua obat flu andalan ketika sakit flu sabya tidak kunjung sembuh, mengandung lemon. Resepnya, perasan air lemon, air hangat dan madu. 

3. Garlic and black pepper
Bawang putih dan merica hitam adalah antibiotik alami. Temen mama saya, orang India, kalau flu dia akan makan merica hitam. Yup, biji merica hitam akan dikunyah-kunyah.Saya alirannya masih lebih normal. Kalau flu, selain jahe coklat atau lemon madu, saya akan membuat sop ayam atau makanan berkuah lainnya dengan menambahkan bawang putih dan merica hitam yang banyak! 

Bahan-bahan di atas ini juga punya manfaat lain, seperti jahe yang juga baik untuk mengurangi sakit perut, madu untuk panas dalam dan sakit tenggorokan, lemon untuk menghilangkan sakit maag, dan coklat untuk dimakan ketika sedang galau atau sedih :)

Buat yang lagi flu, monggo langsung dicoba. Semoga berguna. 

Buat yang lagi flu dan suka tantangan, coba resep obat flu alami, resep dari teman saya orang Polandia: susu, madu, jahe, dan bawang putih. Sampai saat ini saya masih belum berani nyobain. Ngga bisa bayangin minum susu rasa bawang putih. 

Comments

aisyah said…
kalu saya biyasanya minum airputih yang banyak agar tidak mudah terkena flu
http://www.mangasano.com/2013/12/naruto-shippuden-episode-341.html

Popular posts from this blog

Cerita lucu tentang Bra!

Bra or orang-orang Indonesia lebih akrab dengan sebutan be-ha.

Kayaknya lucu deh ngobrolin tentang bra! Asal ngobrolinnya masih dalam batasan norma-norma dan tidak mengandung dirty joking a la American Pie or eXtra Large (American Pie versi Indonesia).

Punya ngga sih pengalaman lucu seputar bra?
Nie ada!
Waktu masih duduk di bangku SMP, Nie punya temen sekelas yang rese abis! Ngga tau dia dikasih makan apa ama bonyoknya tapi dia usiiiil banget! Kejadian yang paling Nie inget adalah si cowok ini, anggap aja namanya Budi, melakukan hal saru (porno) menurut pandangan anak SMP.

Hari itu hujan rintik-rintik (yaiks, kayak apa aja!). Heheheh,.. ralat! Hari itu Budi duduk tepat di belakang Nie. Budi lagi bangga akan penggaris panjangnya yang didapat dari ayah dan bunda (walah,.. opo seh!). Trus, di kala guru sedang menerangkan dengan seriusnya, tiba-tiba! Ctaaarrr!!!

Si Budi menggunakan penggaris panjangnya untuk menarik tali BH (waktu itu masih pake mini set) Nie dari belakang! Itu adalah kejad…

Korban Gagal Move On

Sudah lebih dari 1 bulan semenjak saya mengunggah tulisan saya lagi di Facebook dan blog, atas dukungan Ega. Dan sudah lebih dari 1 bulan juga saya absen nulis. Well, janji tinggallah janji.

Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, right? Daripada kita off topic, mendingan saya ceritakan alasan saya tiba-tiba menghilang dr dunia socmed. Well, bukan menghilang, tp lay low. Tp ada temen yang sampek nyangka saya deactivate account gara-gara jarang eksis.

Sejak sebelum lebaran, saya diminta boss untuk bantuin mengecek budget marketing untuk tahun depan. Well, how hard can it be? Boss bilang saya disuruh ngecek semua angka match up dan itung2annya bener. Ok sip!

Ternyata job description 'membantu' itu sangat ambigu, sodara-sodara. Yang ada, saya ikut mengerjakan budget itu dan semua teori akuntansi yang pernah saya pelajari dalam hidup, harus dikeluarkan.

Sayangnya, saya hampir tidak pernah belajar akuntansi. Waktu SMA, saya selalu bolos atau bahasa kerennya dulu &…

New Chapter: Different Focus

Tahun 2017 adalah sebuah halaman baru dari perjalanan hidup saya. Saya menikah di tahun 2012, memiliki anak pertama di tahun 2014. Bukan, saya tidak sedang mengumumkan hadirnya anak ke-2 (apalagi suami kedua 😜) seperti yang dipikirkan banyak orang. Saya ingin menceritakan keputusan besar yang saya ambil akhir tahun lalu.
Tahun lalu, tepatnya di bulan Desember, saya memutuskan untuk resign dari jabatan saya sebagai Head of Marketing di sebuah perusahaan retail terkemuka di Indonesia dan mengalihkan fokus saya untuk lebih menjadi seorang Mama untuk anak saya. Keputusan ini memang cukup mengejutkan, bahkan bagi saya sendiri, tetapi langkah ini adalah suatu keputusan yang sudah lama harusnya saya ambil.
Saya adalah seorang wanita karir, heart and soul. Bekerja adalah bagian hidup saya yang sudah ditanamkan dari muda. Waktu saya masih duduk di sekolah dasar, di saat liburan sekolah, dimana banyak teman yang berlibur, saya sering 'berlibur' di perpustakaan atau kantor di tempat Mama …