7 June 2015

#nulisrandom Day 6: Sebentar

Pernah ngga kita pergi ke sebuah toko dan mencari suatu barang lalu si sales akan mengatakan, "oh sebentar, Bu akan saya carikan." 30 menit berlalu dan sang sales tidak kunjung kembali?

Kemarin saya selesai ngegym, saya ke bagian customer service dan menanyakan jadwal kelas untuk bulan ini. Ternyata kertas jadwalnya habis. Petugas customer service berkata "oh sebentar bu saya fotokopikan."

Saya berpikir, oh fotokopi kan cepat ya. Lalu petugas itu masuk ke dalam kantor dan 2 menit kemudian, dia kembali "sebentar ya bu, sedang difotokopikan."

Dan 15 menit pun berlalu. Saya pun agak jengkel, lalu berkata "mas, saya tinggal pulang aja. Masih lama ya kayaknya?" Dan si petugas menjawab sambil tersenyum "iya bu, sepertinya masih lama."

Lho?!

Kalau tahu masih lama, kenapa bilang sebentar?

Saya lebih senang apabila diberitahu info yang sejujurnya. Apabila memang saya harus menunggu 20 menit, maka saya tahu dan saya pun bisa memilih, mau menunggu atau tidak. Kalau cuma dibilang "sebentar", maka saya pun mengharapkan untuk tidak perlu berlama-lama menunggu.

Apakah kata 'sebentar' ini hanyalah sebuah kata ganti untuk 'tunggu saja ya'? Mungkin seperti ungkapan 'wait a second' dalam bahasa inggris, yang direct translationnya adalah 'tunggulah 1 detik'. Tapi tidak mungkin kan hanya 1 detik saja kita menunggu?

Bagaimana menurut Anda?

No comments: