5 June 2015

#nulisrandom2015 Day 5: 1 Menit

Tadi pagi saya agak terlambat berangkat ke kantor. Biasa, Axl sudah bisa mulai manja. Jadi kadang dia bisa merengek-rengek di saat mamanya akan berangkat ke kantor.

Jadi begitu saya tancap gas, saya berkonsentrasi penuh untuk menyetir mobil, mengambil sela atau mencoba untuk tidak sampai ketinggalan lampu hijau. Sebel ngga sih kalau traffic lightnya berubah jadi warna merah pas saat kita akan melewatinya!

Di tengah jalan, ada mobil yang menyalip tiba-tiba. Sehingga saya berhenti. Dan ketika saya melanjutkan perjalanan, tak lama kemudian jalan saya distop oleh palang kereta api, pas saya hampir melewati jalan itu.

Sebel banget! Saya berpikir, saya ini pasti kehilangan waktu! Pasti saya akan terlambat. Itu pasti gara-gara mobil yang menyalip. Coba kalau saya tidak disalip, pasti tidak akan kena stop kereta api. Lalu saya melihat jam di smartphone: 8.12.

Tak lama kemudian, palang kereta api terbuka. Dan karena smartphone masih di tangan, saya lirik lagi jam di layarnya: pukul 8.13.

Hanya 1 menit?! Kenapa ya 1 menit bisa terasa begitu lama? Kenapa kehilangan 1 menit itu begitu penting, sampai-sampai saya mengkambing-hitamkan 1 menit ini menjadi penyebab saya terlambat?

Kadang kita disalip oleh mobil lain, atau jalan kita terhenti karena ada sepeda motor atau pejalan kaki yang menyebrang pelahan-lahan, atau ada becak di depan yang membuat laju mobil menjadi lambat. Dan kita bilang, kita kehilangan waktu karenanya.

Saya tersadarkan oleh 1 menit tadi. Sesungguhnya bukan waktu yang hilang. Tetapi ego kita yang hilang. Ego kita hilang karena sudah ada mobil lain yang mendahului kita. Kita sudah dikalahkan oleh mobil lain. Atau jalan kita sudah diambil tanpa permisi. Atau kita tidak rela jalan mobil kita dihambat oleh becak.

Apakah kita lebih memilih menyelamatkan ego daripada memikirkan keselamatan kita dan sesama?

Semoga lain kali ketika kita terlambat, kita diingatkan untuk tidak takut kehilangan ego. Saya jadi ingat sebuah iklan lalu lintas yang kurang lebih berkata demikian: utamakan keselamatan, ada keluarga yang menunggu Anda di rumah.

No comments: