Skip to main content

A Good Mother

Menjadi seorang Mama adalah sebuah anugerah tapi juga sebuah tantangan yang jauh lebih menantang dibandingkan deadline atau client yang demanding.
Definisi 'a good mother' sudah tidak lagi bisa dituliskan dalam 1 kalimat. Terlalu banyak standar dan tuntutan yang diharapkan dari seorang Mama yang baik. 
Standar ini bisa muncul dari orang terdekat seperti suami, orang tua, mertua, teman-teman, media online sampai diri sendiri. 
Buat satu orang, Mama yang baik adalah yang memberikan ASI Eksklusif selama 2 tahun. Buat yang lain, Mama yang baik adalah yang tinggal di rumah dan menyediakan permainan motorik atau arts, memasak bersama atau melakukan aktifitas bersama anak setiap hari (trust me, I envy these kinds of Moms). Buat yang lain lagi, Mama yang baik adalah yang anaknya gemuk, lucu, tidak sakit-sakitan, tidak berisik, tenang dan mempunyai sopan santun yang mengagumkan, seperti mengucapkan 'thank you' atau 'bye bye' saat akan pulang. Bagi pecinta kesehatan dan makanan organik, Mama yang baik adalah yang anaknya mencintai sayur-mayur, makan buah, pandai menyuap makanan sendiri karena dari saat MPASI sudah menggunakan cara BLW (Baby Led Weaning), dan tidak makan coklat, permen atau makanan yang mengandung MSG.

Saya bisa menuliskan semua stigma atau judgement orang tentang 'Mama Baik' selama 30 hari #nulisrandom2017, karena memang terlalu banyak! Dan itu sangat melelahkan.
Hari ini, di dalam tulisan ini, saya hanya ingin mengatakan bahwa Mama yang Baik adalah Mama yang sayang Anaknya, entah apapun caranya. 
Apakah salah semua hal yang saya tuliskan di atas? Saya rasa tidak. Tetapi bukan itu yang mendefinisikan apakah Anda Mama yang baik atau jahat. 
Jika kalian menyayangi anak, dengan tulus, maka apapun yang dilakukan, IMHO, akan berguna dan baik untuk anak, sehingga kalian layak disebut Mama yang Baik! 


Untuk mengakhiri tulisan hari ini, saya ingin menyapa semua Mama. Siapapun kalian, apakah anaknya kurus atau gemuk, sudah sekolah atau belum, makan coklat atau tidak, ASI Eksklusif atau susu formula, masih pakai pampers atau potty trained, minum pakai gelas atau pakai dot, Anda adalah Mama yang Baik!

Comments

Popular posts from this blog

Cerita lucu tentang Bra!

Bra or orang-orang Indonesia lebih akrab dengan sebutan be-ha.

Kayaknya lucu deh ngobrolin tentang bra! Asal ngobrolinnya masih dalam batasan norma-norma dan tidak mengandung dirty joking a la American Pie or eXtra Large (American Pie versi Indonesia).

Punya ngga sih pengalaman lucu seputar bra?
Nie ada!
Waktu masih duduk di bangku SMP, Nie punya temen sekelas yang rese abis! Ngga tau dia dikasih makan apa ama bonyoknya tapi dia usiiiil banget! Kejadian yang paling Nie inget adalah si cowok ini, anggap aja namanya Budi, melakukan hal saru (porno) menurut pandangan anak SMP.

Hari itu hujan rintik-rintik (yaiks, kayak apa aja!). Heheheh,.. ralat! Hari itu Budi duduk tepat di belakang Nie. Budi lagi bangga akan penggaris panjangnya yang didapat dari ayah dan bunda (walah,.. opo seh!). Trus, di kala guru sedang menerangkan dengan seriusnya, tiba-tiba! Ctaaarrr!!!

Si Budi menggunakan penggaris panjangnya untuk menarik tali BH (waktu itu masih pake mini set) Nie dari belakang! Itu adalah kejad…

Korban Gagal Move On

Sudah lebih dari 1 bulan semenjak saya mengunggah tulisan saya lagi di Facebook dan blog, atas dukungan Ega. Dan sudah lebih dari 1 bulan juga saya absen nulis. Well, janji tinggallah janji.

Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, right? Daripada kita off topic, mendingan saya ceritakan alasan saya tiba-tiba menghilang dr dunia socmed. Well, bukan menghilang, tp lay low. Tp ada temen yang sampek nyangka saya deactivate account gara-gara jarang eksis.

Sejak sebelum lebaran, saya diminta boss untuk bantuin mengecek budget marketing untuk tahun depan. Well, how hard can it be? Boss bilang saya disuruh ngecek semua angka match up dan itung2annya bener. Ok sip!

Ternyata job description 'membantu' itu sangat ambigu, sodara-sodara. Yang ada, saya ikut mengerjakan budget itu dan semua teori akuntansi yang pernah saya pelajari dalam hidup, harus dikeluarkan.

Sayangnya, saya hampir tidak pernah belajar akuntansi. Waktu SMA, saya selalu bolos atau bahasa kerennya dulu &…

New Chapter: Different Focus

Tahun 2017 adalah sebuah halaman baru dari perjalanan hidup saya. Saya menikah di tahun 2012, memiliki anak pertama di tahun 2014. Bukan, saya tidak sedang mengumumkan hadirnya anak ke-2 (apalagi suami kedua 😜) seperti yang dipikirkan banyak orang. Saya ingin menceritakan keputusan besar yang saya ambil akhir tahun lalu.
Tahun lalu, tepatnya di bulan Desember, saya memutuskan untuk resign dari jabatan saya sebagai Head of Marketing di sebuah perusahaan retail terkemuka di Indonesia dan mengalihkan fokus saya untuk lebih menjadi seorang Mama untuk anak saya. Keputusan ini memang cukup mengejutkan, bahkan bagi saya sendiri, tetapi langkah ini adalah suatu keputusan yang sudah lama harusnya saya ambil.
Saya adalah seorang wanita karir, heart and soul. Bekerja adalah bagian hidup saya yang sudah ditanamkan dari muda. Waktu saya masih duduk di sekolah dasar, di saat liburan sekolah, dimana banyak teman yang berlibur, saya sering 'berlibur' di perpustakaan atau kantor di tempat Mama …