Skip to main content

Oma dan Pilem

Akhir-akhir ini syndrome hobi nonton mulai muncul lagi. Alhasil, sebulan ini sudah ada 3 film yang Oma tonton ->> bokeeeekkk!!

Marilah kita simak sama-sama review dari Oma (it may contain spoiler, lho!):

1. Iron Man
(translated by Oma: Tukang Seterika :P)

Oma biasanya tidak suka Superhero movie, karena terlalu ngayal dan biasanya tidak sebaik komik aslinya (contohnya Hulk and Superman Returns). Namun, agak berbeda dengan the Iron Man. Inilah satu-satunya superhero movie yang Oma pengen nonton lagi, lagi dan lagi.

Berawal dari cerita si pembuat senjata yang tersohor, yang sukses dan kaya raya, bernama Tony Stark yang ingin menguasai dunia dengan senjata-senjatanya. Sampai suatu hari ia diculik dan dipaksa untuk membuat senjata yang mematikan untuk musuh. Tony melihat realita bahwa senjata-senjata ciptaanya itu ternyata berbahaya dan sudah membunuh banyak jiwa. Ya, iya disekap dan mau tak mau harus membuat senjata keinginan musuh, and he can't do nothing but think of something creative. Lalu muncullah Iron Man versi 1, yang iya buat dari besi-besi bekas dan persenjataan yang terbatas, yang ada dilokasi penculikan.

Tony Stark berhasil kabur dan kembali ke dunianya. Namun, Tony Stark sekarang berbeda. Ia mulai memikirkan nasib orang-orang yang harus mati karena senjata buatannya. Maka dari itu ia memutuskan untuk menutup perusahaannya, yang disambut dengan sangat tidak baik oleh partner kerjanya Obadiah Stane. Singkat cerita, Tony Stark membuat Iron Man completed version untuk melawan kejahatan. And op kors, happy ending.

Cerita Iron Man berbeda karena ada (baca: banyak) nuansa drama di film ini. Yang paling Oma suka adalah film ini bisa dibilang begitu dekat, begitu nyata (hehehe, kayak tag product), karena bole dibilang Iron Man ini bisa saja dibuat oleh orang hebat dan kaya dan baek seperti Tony Stark. Soundtrack movie ini juga suangat kueren, terutama saat Iron Man completed version siap tempur. Wajib beli neh kayaknya!

Supporting actresses and actors nya juga keren-keren. Tidak hanya sekedar tim penggembira. Benar-benar TOTAL!

Ada yang mau nemenin Oma nonton film ini lagi?

Nilai: 8 JEMPOL (out of 10 jempol)

2. The Chronicle of Narnia: Prince Caspian

Sebelum nonton film ini, seorang rekan kerja memberikan pesan-pesan sponsor "yang jadi Prince Caspian guanteeeeeeeeeeng!!" Okeeh,... seganteng apa sih?

Menonton film Narnia bersama adik berusia 8 tahun sangatlah TIDAK recommended, apalagi adik seculas adiknya Oma. Hampir setiap ganti scene, dia selalu bilang "ini apa?" atau "ini sapa?" atau "kok bisa gini?" Kadang pertanyaan itu berganti dengan statement "cik, takuut!" atau yang paling parah "KEBELET PIPIS BANGET!! Anterin ya cik!" Bagooooooss

Back to the film, Oma mau kasih semua jempol yang Oma punya untuk film ini. Di film Narnia yang kedua ini, banyak yang berbeda; banyak hal-hal baru bermunculan. Memang ceritanya agak membingungkan di awal, yang membuat penonton bertanya-tanya "kok bisa gini?" Tapi, semua pertanyaan Anda pasti akan terjawab.

Alur cerita film ini sangat manis, gabungan antara menegangkan, mengharukan dan lucu. Aktor dan aktris yang tampil di sini juga berbeda dari film Narnia pertama. Misalnya Edmund. Di Narnia yang pertama, ia adalah seorang penjilat, mementingkan kepentingan pribadi dan bebal. Namun, di film kedua ini, ia begitu mature. Ia tidak kalah heroiknya dengan Peter. Susan mulai mengenal apa itu jatuh cinta dan Lucy pun sudah memiliki sedikit sisi kedewasaan, despite her childishness.

Prince Caspian, the new appearance, memang tampan, tapi yeah,... tampannya boysband deh! Not my type. Dia berhasil memainkan peran ini dengan baik. I like his act. Dan kalo Oma browse-browse, khususnya di Imdb.com, ternyata Prince Caspian, bernama asli Ben Barnes ini baru-baru aja beken. Belum banyak berperan di film-film Hollywood (the most popular before Narnia was Stardust). And,... HE IS BRITISH!!! *lekker ding*

Haduh, kok jadi melenceng! Ini kan review film. Ehem,... jadiii,.. intinya very recommended to watch. Because you don't know what you get until you watch it.

anyway, sekarang narnia duduk di puncak Box Office lhooo!!

Nilai: 8.5 JEMPOL (out of 10 jempol)

3. What Happens in Vegas

Ini masih fresh from the oven! Baru kemarin nonton.

Ceritanya shallow banget sih actually. Tapi, cukup menghibur dan membuat hari libur oma jadi penuh tawa. Aktor dan aktris utamanya adalah dua seleb hollywood yang Oma kurang suka: Aston Kutcher and Cameron Diaz.

Kenapa Oma nonton then? Yeah,.. karena akhir-akhir ini jarang ada film yang bikin ngakak, dan notabene film ini bisa bikin ngakak (begitulah promosi Oom Gwan). Dan berangkatlah Oma nonton di Sutos XXI bersama Abang Tepi.

Karena agak telat masuk dikit, Oma jadi agak be-te, jadi agak susah ketawa di awal-awal :P Namun, pas kehebohan di Vegas terjadi, Oma mulai nyengir-nyengir. Pas mereka had to keep the marriage makin lucu lagi. Dan endingnya bikin terharu sedikit.

Ceritanya berawal dari dua orang, Joy dan Jack yang sedang butuh hiburan. Thus, mereka seperately pergi ke Vegas, dan bertemu di sana! Nah, setelah a night full of fun, drugs and alcohol, mereka accidentally got married. Masalah mulai dari sana. Actually mereka tidak saling cinta - they barely knew each other!! Tapi, tiba2 mereka dapet Jackpot 3 juta dollar. To keep the cash, mereka harus stay in marriage. Naaah,... dalam 'pernikahan palsu' inilah kelucuan terjadi. Yang awalnya saling benci, di akhir cerita, mereka saling cinta.

Kesimpulannya, menghibur but NOT GOOD! Banyak hal-hal aneh dan 'jorok' (IMHO), yang mungkin, indeed, bikin cowok nguakak kak kak, tapi bikin cewek nelen ludah dan tutup mata. Aniwe, it was very suitable movie for Stefy since He love dirty jokes about toilet and bathroom. He even wishes that one day, when we ever had a big fight in our marriage- which I hope we wouldn't - he would push me to sleep in the bathroom dan he in the bedroom. Hadoooh,....!!!

sooo,.. buat yang lagi pengen ketawa dan agak-agak desperate kayak Oma kemarin siang, bole-bole aja nonton ini? Tapi kalo disuruh pilih nonton What Happens in Vegas, Narnia atau Iron Man? Pleaseeeeeeeeee jangan nonton What Happens in Vegas ya :P

Nilai: 6 JEMPOL (out of 10 jempol)

So sekian riviu dari Oma. Semoga tidak marah-marah karena posting ini mengandung banyak spoiler. Wassalam.

Comments

Jiewa said…
Jempolnya oma banyak banget yah :P
Dr yg Oma review, cuma Narnia aja yg blom aku tonton. Ashton Kutcher gokil abisss.. ! :D

Popular posts from this blog

Cerita lucu tentang Bra!

Bra or orang-orang Indonesia lebih akrab dengan sebutan be-ha.

Kayaknya lucu deh ngobrolin tentang bra! Asal ngobrolinnya masih dalam batasan norma-norma dan tidak mengandung dirty joking a la American Pie or eXtra Large (American Pie versi Indonesia).

Punya ngga sih pengalaman lucu seputar bra?
Nie ada!
Waktu masih duduk di bangku SMP, Nie punya temen sekelas yang rese abis! Ngga tau dia dikasih makan apa ama bonyoknya tapi dia usiiiil banget! Kejadian yang paling Nie inget adalah si cowok ini, anggap aja namanya Budi, melakukan hal saru (porno) menurut pandangan anak SMP.

Hari itu hujan rintik-rintik (yaiks, kayak apa aja!). Heheheh,.. ralat! Hari itu Budi duduk tepat di belakang Nie. Budi lagi bangga akan penggaris panjangnya yang didapat dari ayah dan bunda (walah,.. opo seh!). Trus, di kala guru sedang menerangkan dengan seriusnya, tiba-tiba! Ctaaarrr!!!

Si Budi menggunakan penggaris panjangnya untuk menarik tali BH (waktu itu masih pake mini set) Nie dari belakang! Itu adalah kejad…

Korban Gagal Move On

Sudah lebih dari 1 bulan semenjak saya mengunggah tulisan saya lagi di Facebook dan blog, atas dukungan Ega. Dan sudah lebih dari 1 bulan juga saya absen nulis. Well, janji tinggallah janji.

Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, right? Daripada kita off topic, mendingan saya ceritakan alasan saya tiba-tiba menghilang dr dunia socmed. Well, bukan menghilang, tp lay low. Tp ada temen yang sampek nyangka saya deactivate account gara-gara jarang eksis.

Sejak sebelum lebaran, saya diminta boss untuk bantuin mengecek budget marketing untuk tahun depan. Well, how hard can it be? Boss bilang saya disuruh ngecek semua angka match up dan itung2annya bener. Ok sip!

Ternyata job description 'membantu' itu sangat ambigu, sodara-sodara. Yang ada, saya ikut mengerjakan budget itu dan semua teori akuntansi yang pernah saya pelajari dalam hidup, harus dikeluarkan.

Sayangnya, saya hampir tidak pernah belajar akuntansi. Waktu SMA, saya selalu bolos atau bahasa kerennya dulu &…

New Chapter: Different Focus

Tahun 2017 adalah sebuah halaman baru dari perjalanan hidup saya. Saya menikah di tahun 2012, memiliki anak pertama di tahun 2014. Bukan, saya tidak sedang mengumumkan hadirnya anak ke-2 (apalagi suami kedua 😜) seperti yang dipikirkan banyak orang. Saya ingin menceritakan keputusan besar yang saya ambil akhir tahun lalu.
Tahun lalu, tepatnya di bulan Desember, saya memutuskan untuk resign dari jabatan saya sebagai Head of Marketing di sebuah perusahaan retail terkemuka di Indonesia dan mengalihkan fokus saya untuk lebih menjadi seorang Mama untuk anak saya. Keputusan ini memang cukup mengejutkan, bahkan bagi saya sendiri, tetapi langkah ini adalah suatu keputusan yang sudah lama harusnya saya ambil.
Saya adalah seorang wanita karir, heart and soul. Bekerja adalah bagian hidup saya yang sudah ditanamkan dari muda. Waktu saya masih duduk di sekolah dasar, di saat liburan sekolah, dimana banyak teman yang berlibur, saya sering 'berlibur' di perpustakaan atau kantor di tempat Mama …