Skip to main content

Oma berpidato - Hardiknas 2008

Inilah pidato (baca: e-mail blasting) yang Oma tulis untuk karyawan D~NET Surabaya

---

Kepada Teman-teman D~NET,

Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena hari ini kita bisa memperingati Hardiknas 2008.

Saya, sebagai CSR coordinator ingin mengajak kita semua untuk lebih peduli dengan pendidikan. D~NET punya berbagai event yang bertajuk D~NET Peduli Pendidikan, salah satunya adalah D~NET & Partners Peduli Pendidikan yang akan segera diadakan di bulan Mei 2008 ini. Namun, sebagai keluarga besar D~NET, seberapa peduli sih kita terhadap pendidikan?

Sejumlah surat kabar hari ini mengulas berbagai fenomena di dunia pendidikan: bagaimana pemerintah masih saja memandang sebelah mata dunia pendidikan. Sebagai bangsa Indonesia, dan sebagai warga D~NET yang peduli pendidikan, dengan apa kita bisa merayakan Hari Pendidikan Nasional 2008 ini?

Kebanyakan orang memosisikan pendidikan sekedar sebagai wahana guna mendapatkan pekerjaan dan uang. Jadi, setelah lulus sekolah/kuliah, kita anggap proses belajar itu selesai. Padahal, kalau kita lihat secara holistic, hidup ini adalah proses belajar. Selama kita hidup, kita tidak akan pernah berhenti belajar.
Ada pula yang mengatakan bahwa pendidikan bertujuan mendewasakan, menghasilkan manusia sebagai agent of change, dimana kita bisa terus-menerus belajar dan membuat perubahan-perubahan yang positif. So, kita, sebagai generasi muda penerus bangsa tidak boleh segan-segan untuk menikmati pendidikan (baca: belajar) dan menularkan perubahan positif itu pada orang-orang di sekitar kita.

Marilah dengan kesadaran ini, kita merayakan hari pendidikan nasional 2008. Marilah kita tidak segan-segan untuk terus belajar dan belajar dan belajar, karena semakin modern dunia ini, semakin kita dituntut untuk mempelajari banyak hal baru. Be an agent of change!

Sudah siapkah Anda untuk menghadapi tantangan era globalisasi yang kompetitif?

Selamat hari pendidikan nasional 2008.

Merdeka!



Source: Jawapos 2 Mei 2008

Comments

Popular posts from this blog

FENOMENA ACEH 07

Daster Batik Pagi itu Nie datang ke kantor disambut oleh kumpulan ibu-ibu yang tidak jelas dari mana dan mau apa. “Assalamualaikum” sapa Nie. “Waalaikumsalam” jawab kumpulan ibu-ibu itu serempak. Nie menyunggingkan senyum, berusaha menampilkan senyum yang termanis untuk mereka. Semakin aku masuk ke dalam kantorku, semakin banyak ibu-ibu yang duduk lesehan di depan kantorku. Nie bergegas masuk ke ruangan admin, ada Hetty dan Wardah di sana. “Dah, kenapa ada ibu-ibu itu di situ?” Nie bertanya ke Wardah asal muasal ibu-ibu itu. “Oh, Pak Welly menugaskan karyawan kita yang di lapangan untuk mencari ibu-ibu yang membutuhkan sumbangan baju daster. Ibu-ibu korban tsunami. Ya itulah, bu, ibu-ibu yang akan diberikan sumbangan baju daster.” Nie mencermati kumpulan ibu-ibu itu. Ada yang masih muda belia, ada yang sudah tua, entah apa rambutnya sudah putih semua karena uban, atau disemir hitam mengkilap. Aku tak tahu, karena semua ibu-ibu menutupi auratnya, dari kepala sampai ujung kaki. Jadi k...

What would you do if you could live another life

What would you do if you could live another life just for one day? This line is quoted from "Last Chance Harvey" . I have watched this film twice and still feel so touched everytime I watch it. Kate Walker, the main character in this film, uttered this question to Harvey Shine. In this story, both of them lived a life that is not very happy-chappy. Kate lived in a pathetic, boring life; Harvey in a screwed one. When Kate asked this question, both of them seem to ponder: what if I could live a different life, just for one day, just to try out. This question makes me ponder, too: what would I do if I was given a chance to live any kind of life I want, just for one day? Where would I be? What would I do? Who would I be? Lately I have been thinking about the life I am living right now. Everything is so well-planned. I graduated from high school, went abroad to study, came back home to work, went abroad again to do my master, working in a reasonably good organisation, and going ho...

You selfish, handosme, little thing!

Sudah 3 hari ini, aku berpikir-pikir menanyakan pada diriku berulang-ulang: am i stupid? Kupandangi fotomu di FB, asking: do i like you? Why do i like you, if I do? Lagi-lagi jawabannya, no, thank you, i don't love you So, i am stupid, then. because i am still following you online wherever you are Frikin' silly me. no, no, no, i dunot love you neither do i care about you. no, no, no, no never ever would you ask how i am neither do you know what my favorite color, my favorite music, the book i am reading, things i am having trouble with neither would you care if my best friend's husband passed away then, why would i still think about you? gosh, you,.. selfish, handsome, little, cute thing! self-centred, adorable #$?!*%# i am still a little too not over you. fewh,.. why?