Skip to main content

Similarity between Nia and Peyton

Masih ingat kalo Oma suka nonton One Tree Hill?

Yap, sekarang Oma uda nonton mpe season 5. Hehehe,.. kali ini lebih seru, karena selain cerita Season 5 lebih keren, Oma nonton season 5 bareng ama Ardy, Nita en Stefy. Heheheh,…. Jadi lebih rame dan meriaaah!

Some times before I left to Holland, Oma nonton OTH (one tree hill) season 4. Ada satu episode yang membuat Oma mengangguk-angguk dan kayak pengen ber-high-five ama Peyton.

In this episode called ‘Resolve’, Lucas Scott said something, about Peyton:

Sometimes pain becomes such a huge part of your life that you expect it to always be there, because you can't remember a time in your life when it wasn't. But then one day you feel something else, something that feels wrong, only because it's so unfamiliar. And in that moment you realize you're happy.

Oma mengangguk-angguk.

Ketika 6 tahun berturut-turut Oma berteman baik dengan masalah, problema dan kesedihan, nampaknya Oma sudah lupa bagaiman rasanya benar-benar bahagia.

Beberapa hari ini, hidup rasanya enak. Ada Stefy. Sementara uang masih ada, walaupun sudah menipis dibuat beli ini itu. Makan masih enak, karena suka ditraktir Ardy Nita en dimasakin Ardy Nita. Tidur masih nyaman, karena sementara uang kamar sudah tercover. Sekolah masih nyaman, secara belum mulai gitu lhoo… Roommate enak, orang Vietnam (sayang ngga bisa bikin lumpia Vietnam! :P).

Ketika semuanya ‘enak’ seperti ini, muncul suatu perasaan unfamiliar, yang setelah ditengarai, Oma suspect that I might have one of these feelings:

1. Happiness – sudah lupa rasanya gimana. Tapi mungkin karena semua enak, inilah yang namanya happiness.

2. Before conflict phase – secara sudah 6 tahun berkutat dengan masalah, Oma merasa apa yang Oma alami sekarang ada appetizer sebelum Oma mendapat masalah berikutnya

3. Dream – Oma hanya bermimpi dan suatu saat Oma akan bangun dan mendapati bahwa hidup tidak seindah ini.

Call me devastated.

Call me pathetic.

Call me negative thinker.

Call me a loser, coward, or anything.

Karena memang Oma takut. Soo.. many bad things have happened in my life, and now this new challenge?

...

...

I am ruined inside, friends.

Traumatic, scared, neglected….

Sigh….


p.s. I write similar post at my other blog

Comments

Popular posts from this blog

Cerita lucu tentang Bra!

Bra or orang-orang Indonesia lebih akrab dengan sebutan be-ha.

Kayaknya lucu deh ngobrolin tentang bra! Asal ngobrolinnya masih dalam batasan norma-norma dan tidak mengandung dirty joking a la American Pie or eXtra Large (American Pie versi Indonesia).

Punya ngga sih pengalaman lucu seputar bra?
Nie ada!
Waktu masih duduk di bangku SMP, Nie punya temen sekelas yang rese abis! Ngga tau dia dikasih makan apa ama bonyoknya tapi dia usiiiil banget! Kejadian yang paling Nie inget adalah si cowok ini, anggap aja namanya Budi, melakukan hal saru (porno) menurut pandangan anak SMP.

Hari itu hujan rintik-rintik (yaiks, kayak apa aja!). Heheheh,.. ralat! Hari itu Budi duduk tepat di belakang Nie. Budi lagi bangga akan penggaris panjangnya yang didapat dari ayah dan bunda (walah,.. opo seh!). Trus, di kala guru sedang menerangkan dengan seriusnya, tiba-tiba! Ctaaarrr!!!

Si Budi menggunakan penggaris panjangnya untuk menarik tali BH (waktu itu masih pake mini set) Nie dari belakang! Itu adalah kejad…

Korban Gagal Move On

Sudah lebih dari 1 bulan semenjak saya mengunggah tulisan saya lagi di Facebook dan blog, atas dukungan Ega. Dan sudah lebih dari 1 bulan juga saya absen nulis. Well, janji tinggallah janji.

Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, right? Daripada kita off topic, mendingan saya ceritakan alasan saya tiba-tiba menghilang dr dunia socmed. Well, bukan menghilang, tp lay low. Tp ada temen yang sampek nyangka saya deactivate account gara-gara jarang eksis.

Sejak sebelum lebaran, saya diminta boss untuk bantuin mengecek budget marketing untuk tahun depan. Well, how hard can it be? Boss bilang saya disuruh ngecek semua angka match up dan itung2annya bener. Ok sip!

Ternyata job description 'membantu' itu sangat ambigu, sodara-sodara. Yang ada, saya ikut mengerjakan budget itu dan semua teori akuntansi yang pernah saya pelajari dalam hidup, harus dikeluarkan.

Sayangnya, saya hampir tidak pernah belajar akuntansi. Waktu SMA, saya selalu bolos atau bahasa kerennya dulu &…

New Chapter: Different Focus

Tahun 2017 adalah sebuah halaman baru dari perjalanan hidup saya. Saya menikah di tahun 2012, memiliki anak pertama di tahun 2014. Bukan, saya tidak sedang mengumumkan hadirnya anak ke-2 (apalagi suami kedua 😜) seperti yang dipikirkan banyak orang. Saya ingin menceritakan keputusan besar yang saya ambil akhir tahun lalu.
Tahun lalu, tepatnya di bulan Desember, saya memutuskan untuk resign dari jabatan saya sebagai Head of Marketing di sebuah perusahaan retail terkemuka di Indonesia dan mengalihkan fokus saya untuk lebih menjadi seorang Mama untuk anak saya. Keputusan ini memang cukup mengejutkan, bahkan bagi saya sendiri, tetapi langkah ini adalah suatu keputusan yang sudah lama harusnya saya ambil.
Saya adalah seorang wanita karir, heart and soul. Bekerja adalah bagian hidup saya yang sudah ditanamkan dari muda. Waktu saya masih duduk di sekolah dasar, di saat liburan sekolah, dimana banyak teman yang berlibur, saya sering 'berlibur' di perpustakaan atau kantor di tempat Mama …