Skip to main content

Nonton Changeling

Sudah ada belum ya film ini di Indo?

Prisca, Stefy and I just went back from Pathe Buitenhof, nonton Changeling, film terbaru Angelina Jolie. The rumour says Angelina Jolie played very well; and for me, she, indeed, played very well (no wonder she is nominated for the Best Actress in the Academy Award). Ini ada ulasan sedikit, may contain spoiler for you. Jadi, kalo berencana nonton dalam waktu dekat, jangan baca deh!

The film began with a text 'based on true story'. I didn't know about that before. It is continued with scenes of Angelina Jolie with her son (Walter Collins). One day, the son went missing and Angelina Jolie looked for him. The cops, in this case LAPD, were too searching for the missing son. A couple of months, Christine Collins (Angelina Jolie) was informed that the son was found. She bursted into joy and tears approaching her son in the train station.


Unexpectedly, the son was not Walter Collins; it was the fake 'Walter Collins'. As Christine mentioned that to the cops, in this case the chief J.J. Jones - the bastard - they didn't believe it, thinking that Christine was nuts! Later, because of her perseverence in annoying J.J. Jones, she was put in Rumah Sakit Jiwa. Poor her! Later, Walter Collins was suspected death, in relation to the biggest murder case at that time.

Akhirnya gimana? Ya, because I don't like spoiler, I, too, don't want to spoil you :) Silahkan nonton sendiri.

In general, film ini sangat bagus. Buat Oma, tegangnya pas, dramanya pas, serunya nya. Ya, buat cewek, film ini cocok sekali (mungkin buat cewek seperti Oma yang kurang suka adegan darah, ketegangan yang berlebihan). Angelina Jolie played very well (except her make-up, ketebalan!). Satu yang menurut Oma kurang, kedekatan Christine Collins dengan anaknya. Jadi ketika gone missing, kelihatannya kurang dramatis.

Ah, tapi ini mungkin point of view dari seorang Indonesian student yang terlalu banyak disuguhi sinetron di negaranya. Hehehehe,..

In conclusion: recommended!

Comments

akokow said…
Hum, tapi yang pasti jangan sampai kehilangan harapan yah ... :D

Popular posts from this blog

Cerita lucu tentang Bra!

Bra or orang-orang Indonesia lebih akrab dengan sebutan be-ha.

Kayaknya lucu deh ngobrolin tentang bra! Asal ngobrolinnya masih dalam batasan norma-norma dan tidak mengandung dirty joking a la American Pie or eXtra Large (American Pie versi Indonesia).

Punya ngga sih pengalaman lucu seputar bra?
Nie ada!
Waktu masih duduk di bangku SMP, Nie punya temen sekelas yang rese abis! Ngga tau dia dikasih makan apa ama bonyoknya tapi dia usiiiil banget! Kejadian yang paling Nie inget adalah si cowok ini, anggap aja namanya Budi, melakukan hal saru (porno) menurut pandangan anak SMP.

Hari itu hujan rintik-rintik (yaiks, kayak apa aja!). Heheheh,.. ralat! Hari itu Budi duduk tepat di belakang Nie. Budi lagi bangga akan penggaris panjangnya yang didapat dari ayah dan bunda (walah,.. opo seh!). Trus, di kala guru sedang menerangkan dengan seriusnya, tiba-tiba! Ctaaarrr!!!

Si Budi menggunakan penggaris panjangnya untuk menarik tali BH (waktu itu masih pake mini set) Nie dari belakang! Itu adalah kejad…

Korban Gagal Move On

Sudah lebih dari 1 bulan semenjak saya mengunggah tulisan saya lagi di Facebook dan blog, atas dukungan Ega. Dan sudah lebih dari 1 bulan juga saya absen nulis. Well, janji tinggallah janji.

Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, right? Daripada kita off topic, mendingan saya ceritakan alasan saya tiba-tiba menghilang dr dunia socmed. Well, bukan menghilang, tp lay low. Tp ada temen yang sampek nyangka saya deactivate account gara-gara jarang eksis.

Sejak sebelum lebaran, saya diminta boss untuk bantuin mengecek budget marketing untuk tahun depan. Well, how hard can it be? Boss bilang saya disuruh ngecek semua angka match up dan itung2annya bener. Ok sip!

Ternyata job description 'membantu' itu sangat ambigu, sodara-sodara. Yang ada, saya ikut mengerjakan budget itu dan semua teori akuntansi yang pernah saya pelajari dalam hidup, harus dikeluarkan.

Sayangnya, saya hampir tidak pernah belajar akuntansi. Waktu SMA, saya selalu bolos atau bahasa kerennya dulu &…

New Chapter: Different Focus

Tahun 2017 adalah sebuah halaman baru dari perjalanan hidup saya. Saya menikah di tahun 2012, memiliki anak pertama di tahun 2014. Bukan, saya tidak sedang mengumumkan hadirnya anak ke-2 (apalagi suami kedua 😜) seperti yang dipikirkan banyak orang. Saya ingin menceritakan keputusan besar yang saya ambil akhir tahun lalu.
Tahun lalu, tepatnya di bulan Desember, saya memutuskan untuk resign dari jabatan saya sebagai Head of Marketing di sebuah perusahaan retail terkemuka di Indonesia dan mengalihkan fokus saya untuk lebih menjadi seorang Mama untuk anak saya. Keputusan ini memang cukup mengejutkan, bahkan bagi saya sendiri, tetapi langkah ini adalah suatu keputusan yang sudah lama harusnya saya ambil.
Saya adalah seorang wanita karir, heart and soul. Bekerja adalah bagian hidup saya yang sudah ditanamkan dari muda. Waktu saya masih duduk di sekolah dasar, di saat liburan sekolah, dimana banyak teman yang berlibur, saya sering 'berlibur' di perpustakaan atau kantor di tempat Mama …