Skip to main content

Belanda Yang Aneh

It's been a very strange season in Holland. This morning I read @mymodjo tweet about how Holland varied from sunny morning to cloudy, rainy, again sunny, and back to cloudy afternoon.


In fact, some people became really ill because of this strange weather (raise your hand if you are one of the victim! :P) *oma angkat tangan*

The stranger thing is this: Dutch people can be easily deceived by the sun (or the fact that a new season has taken place). If it is sunny, although it is still cold as a fridge, the Dutchies would wear their slippers, t-shirt, skirt, and sunglasses. Or even worse, like yesterday, the fact that this is almost June, which is already Spring and almost Summer, they wore shorts and t-shirt, even though the weather was like crap - cold and raining.

I could recall that two months ago, when it was just the beginning of spring, it was 10 - 13 degree. People wore their jacket or rain coat. They still wore boots or at least proper shoes to protect their feet against cold wind. And, last week, it was 13 degree, indeed very sunny, and peopole were wearing spaghetti top, skirt, summer dress, t-shirt, shorts, and of course, sun glasses.

It made me think, did they not realise the temperature or did they actually feel warm?

A couple of weeks ago, I, on attempt to be very Dutch, was tricked by the sun, too. I woke up, seeing that the sun was shining so bright. I wore my skirt and t-shirt, and brought my cardigan (in case of cold wind, I thought). I stepped out from my house, and,.... it was really really cold, still.

And 3 weeks ago, I was even crazier by going to the beach wearing summer clothing in the middle of only 15 degree spring weather. The result: almost 3 weeks serious flu.

Thus, from now on, if it is cold, it's cold. No pretending, no being trendy by just wearing lighter clothing.

Comments

Popular posts from this blog

Cerita lucu tentang Bra!

Bra or orang-orang Indonesia lebih akrab dengan sebutan be-ha.

Kayaknya lucu deh ngobrolin tentang bra! Asal ngobrolinnya masih dalam batasan norma-norma dan tidak mengandung dirty joking a la American Pie or eXtra Large (American Pie versi Indonesia).

Punya ngga sih pengalaman lucu seputar bra?
Nie ada!
Waktu masih duduk di bangku SMP, Nie punya temen sekelas yang rese abis! Ngga tau dia dikasih makan apa ama bonyoknya tapi dia usiiiil banget! Kejadian yang paling Nie inget adalah si cowok ini, anggap aja namanya Budi, melakukan hal saru (porno) menurut pandangan anak SMP.

Hari itu hujan rintik-rintik (yaiks, kayak apa aja!). Heheheh,.. ralat! Hari itu Budi duduk tepat di belakang Nie. Budi lagi bangga akan penggaris panjangnya yang didapat dari ayah dan bunda (walah,.. opo seh!). Trus, di kala guru sedang menerangkan dengan seriusnya, tiba-tiba! Ctaaarrr!!!

Si Budi menggunakan penggaris panjangnya untuk menarik tali BH (waktu itu masih pake mini set) Nie dari belakang! Itu adalah kejad…

Korban Gagal Move On

Sudah lebih dari 1 bulan semenjak saya mengunggah tulisan saya lagi di Facebook dan blog, atas dukungan Ega. Dan sudah lebih dari 1 bulan juga saya absen nulis. Well, janji tinggallah janji.

Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, right? Daripada kita off topic, mendingan saya ceritakan alasan saya tiba-tiba menghilang dr dunia socmed. Well, bukan menghilang, tp lay low. Tp ada temen yang sampek nyangka saya deactivate account gara-gara jarang eksis.

Sejak sebelum lebaran, saya diminta boss untuk bantuin mengecek budget marketing untuk tahun depan. Well, how hard can it be? Boss bilang saya disuruh ngecek semua angka match up dan itung2annya bener. Ok sip!

Ternyata job description 'membantu' itu sangat ambigu, sodara-sodara. Yang ada, saya ikut mengerjakan budget itu dan semua teori akuntansi yang pernah saya pelajari dalam hidup, harus dikeluarkan.

Sayangnya, saya hampir tidak pernah belajar akuntansi. Waktu SMA, saya selalu bolos atau bahasa kerennya dulu &…

New Chapter: Different Focus

Tahun 2017 adalah sebuah halaman baru dari perjalanan hidup saya. Saya menikah di tahun 2012, memiliki anak pertama di tahun 2014. Bukan, saya tidak sedang mengumumkan hadirnya anak ke-2 (apalagi suami kedua 😜) seperti yang dipikirkan banyak orang. Saya ingin menceritakan keputusan besar yang saya ambil akhir tahun lalu.
Tahun lalu, tepatnya di bulan Desember, saya memutuskan untuk resign dari jabatan saya sebagai Head of Marketing di sebuah perusahaan retail terkemuka di Indonesia dan mengalihkan fokus saya untuk lebih menjadi seorang Mama untuk anak saya. Keputusan ini memang cukup mengejutkan, bahkan bagi saya sendiri, tetapi langkah ini adalah suatu keputusan yang sudah lama harusnya saya ambil.
Saya adalah seorang wanita karir, heart and soul. Bekerja adalah bagian hidup saya yang sudah ditanamkan dari muda. Waktu saya masih duduk di sekolah dasar, di saat liburan sekolah, dimana banyak teman yang berlibur, saya sering 'berlibur' di perpustakaan atau kantor di tempat Mama …