Skip to main content

The Ending

(may contain spoilers)

As the rumor goes, these two television series have come to an end. Too bad, because they are series that can make me laugh, scream, and cry (a little) at the same time. Gossip Girl, especially, makes me envy all the pretty clothing line. Oh actually, Brooke Davis in One Tree Hill also wears pretty clothes. And One Tree Hill is very good because of the soundtracks. I would definitely by the soundtracks from all seasons.



Thus, I watched these two series in two days, yesterday and this morning. And after finishing One Tree Hill this morning, I had an idea to compare the two endings. Gossip Girl is (or now was) on the second season. For the TV series lover, I am sure you know what and how it is to be on the second season. Everything is still pretty new, stories just started to build up, characters are maturing, thus in short, everything is still baby. Hence Gossip Girl is in its finale episode. I was perplexed, but anyway, despite the drama that Gossip Girl has created so far, the finale was such a rush.

I was really disappointed with how things put to an end. Okay, C and B are together. N would go backpacking with V. S is indeed pretty irrelevant in this finale. Sorry to say, but didn’t she suppose to be with D? Despite who is together with whom, I am disappointed with the pace of the story, which made me wonder why they rushed it to an end.


One Tree Hill is different. It is on the 6th season. Nah, you know what it means. I quite like the storyline of this series. Although there were some exaggeration in the middle, the WTF moments or episodes, and sometimes too dramatic; I like how things have been. And I love the ending. Yes, everything was suddenly so good in the end, but it was not a rush. Yes, you suddenly saw Whitey and Karen again, but they were there for a reason. It was like we could see that it would be ended the way it is now. As always, the ending is always too good to be true, but it is more realistic.


Farewell my beloved series, GG and OTH. I hope I could find series that are as good as you are, or possibly better.

Or if it were just rumours that you were finished, please come back :)

I should have written about Scrubs, making a comparison about the ending, but I realised that Scrubs is incomparable. It's the series that I would die to buy all the DVDs from season 1 - 8 and enjoy it until my last dying breath :P

And of course, if I wrote about Scrubs and compare it with GG and OTH, Dr Cox would mock me. Right herdian? :P



Comments

Dr. B said…
house rules :)

Wah GG uda abis?? Gw baru ampe episode 10an paling hehe

kalo One Tree Hill kok boring ya lama lama, baru ampe season 4 kayanya en uda males...
Oma Nia said…
@Dr B:

emang OTH di tengah2nya banyak yang kurang bermutu. tapi menjelang akhir, which is season 6, bagus kok.

and yep, GG rumornya bakal finished. rada aneh banged sih menurut oma. tapi we'll see deh

Popular posts from this blog

Cerita lucu tentang Bra!

Bra or orang-orang Indonesia lebih akrab dengan sebutan be-ha.

Kayaknya lucu deh ngobrolin tentang bra! Asal ngobrolinnya masih dalam batasan norma-norma dan tidak mengandung dirty joking a la American Pie or eXtra Large (American Pie versi Indonesia).

Punya ngga sih pengalaman lucu seputar bra?
Nie ada!
Waktu masih duduk di bangku SMP, Nie punya temen sekelas yang rese abis! Ngga tau dia dikasih makan apa ama bonyoknya tapi dia usiiiil banget! Kejadian yang paling Nie inget adalah si cowok ini, anggap aja namanya Budi, melakukan hal saru (porno) menurut pandangan anak SMP.

Hari itu hujan rintik-rintik (yaiks, kayak apa aja!). Heheheh,.. ralat! Hari itu Budi duduk tepat di belakang Nie. Budi lagi bangga akan penggaris panjangnya yang didapat dari ayah dan bunda (walah,.. opo seh!). Trus, di kala guru sedang menerangkan dengan seriusnya, tiba-tiba! Ctaaarrr!!!

Si Budi menggunakan penggaris panjangnya untuk menarik tali BH (waktu itu masih pake mini set) Nie dari belakang! Itu adalah kejad…

Korban Gagal Move On

Sudah lebih dari 1 bulan semenjak saya mengunggah tulisan saya lagi di Facebook dan blog, atas dukungan Ega. Dan sudah lebih dari 1 bulan juga saya absen nulis. Well, janji tinggallah janji.

Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, right? Daripada kita off topic, mendingan saya ceritakan alasan saya tiba-tiba menghilang dr dunia socmed. Well, bukan menghilang, tp lay low. Tp ada temen yang sampek nyangka saya deactivate account gara-gara jarang eksis.

Sejak sebelum lebaran, saya diminta boss untuk bantuin mengecek budget marketing untuk tahun depan. Well, how hard can it be? Boss bilang saya disuruh ngecek semua angka match up dan itung2annya bener. Ok sip!

Ternyata job description 'membantu' itu sangat ambigu, sodara-sodara. Yang ada, saya ikut mengerjakan budget itu dan semua teori akuntansi yang pernah saya pelajari dalam hidup, harus dikeluarkan.

Sayangnya, saya hampir tidak pernah belajar akuntansi. Waktu SMA, saya selalu bolos atau bahasa kerennya dulu &…

New Chapter: Different Focus

Tahun 2017 adalah sebuah halaman baru dari perjalanan hidup saya. Saya menikah di tahun 2012, memiliki anak pertama di tahun 2014. Bukan, saya tidak sedang mengumumkan hadirnya anak ke-2 (apalagi suami kedua 😜) seperti yang dipikirkan banyak orang. Saya ingin menceritakan keputusan besar yang saya ambil akhir tahun lalu.
Tahun lalu, tepatnya di bulan Desember, saya memutuskan untuk resign dari jabatan saya sebagai Head of Marketing di sebuah perusahaan retail terkemuka di Indonesia dan mengalihkan fokus saya untuk lebih menjadi seorang Mama untuk anak saya. Keputusan ini memang cukup mengejutkan, bahkan bagi saya sendiri, tetapi langkah ini adalah suatu keputusan yang sudah lama harusnya saya ambil.
Saya adalah seorang wanita karir, heart and soul. Bekerja adalah bagian hidup saya yang sudah ditanamkan dari muda. Waktu saya masih duduk di sekolah dasar, di saat liburan sekolah, dimana banyak teman yang berlibur, saya sering 'berlibur' di perpustakaan atau kantor di tempat Mama …