Skip to main content

Disabled + story about my weekend

Disabled
it is me now

it's been two days that i have been like this.

Ini dia kronologinya:

Jumat (8 May 2009)

I woke up quite late just because I didn't need to work or go to school; but I had an appointment with my Dutch friend in Rotterdam. Her son was going to celebrate his 3rd birthday, thus She and I planned to bake some cakes for the birthday party (on Saturday).

I woke up, feeling realllyy weak and dizzy; but then for me a promise is a promise. I pushed myself to wake up and get ready (altho very slow) and sent myself to Rotterdam.

The weather was,.. hm,.. okay, I supposed, but I forgot my scarf (to protect me from the wind, not merely fashion tho). By the time I arrived at her place, the rain was pouring like crazy..

To cut the long story short, in the middle of our baking cake session, she admitted that she forgot to buy some ingredients. Then, I volunteered to buy them in the store nearby, just because she had 2 kids (one almost 3 years old - the bday boy - and a daughter who is not yet 1 year old) and other 2 kids that she had to babysit for a couple hours (one girl of 5 and a baby of half year old). Thus, what could I say? I went and bought some ingredients in the middle of miserable weather.

In the evening, by the time I got home, I was really sure that the next day I would be ill.

Sabtu (9 May 2009)

But No,... I am not!

I woke up feeling healthy as ever. Then, I thought to myself "ah, you are a healthy, strong woman."

I did some cleaning , some shopping and spent the whole day inside: doing some reading and watching 2 movies and 2 TV series (America's Next Top Model and One Tree Hill).

Nothing special really, despite I was really lazy in cooking thus I consumed instant food.

Minggu (10 May 2009)

"Ouch, my throat hurts!"

I didn't expect it coming at all, because the day before, I didn't eat nasty, crispy food nor I spent a long time outside. Altho my throat hurt, my body was pretty much okay.

I promised Herdian to go to a picnic (which turned out to be a visit to KFC and to the beach) and to go to Tina's flat to check out the flat (we were planing on renting an apartment together with Herdian and Bang Tepy).

In the end of the afternoon, I felt awful - yes, totally awful!

I went home, cleaned up myself, had some vitamin and medicine, and went to bed straight away.

That's the story behind my ilness. Not sure whether it is tiredness, Dutch's wind, stress, nasty food, or missing my boyfriend who went to Groningen for Football competition, but yes, I am really disabled right now.

Hopefully I can recover soon. It is so not a good moment to be ill!

Comments

Eunice said…
kok ga ikut support bang tepy ke groens cup???? hihihi
Oma Nia said…
:P mahal ke groningen, lagian males cuma bengong di sana. heheheh, lumayan lah Bang Tepy juara 2 :P

Popular posts from this blog

Cerita lucu tentang Bra!

Bra or orang-orang Indonesia lebih akrab dengan sebutan be-ha.

Kayaknya lucu deh ngobrolin tentang bra! Asal ngobrolinnya masih dalam batasan norma-norma dan tidak mengandung dirty joking a la American Pie or eXtra Large (American Pie versi Indonesia).

Punya ngga sih pengalaman lucu seputar bra?
Nie ada!
Waktu masih duduk di bangku SMP, Nie punya temen sekelas yang rese abis! Ngga tau dia dikasih makan apa ama bonyoknya tapi dia usiiiil banget! Kejadian yang paling Nie inget adalah si cowok ini, anggap aja namanya Budi, melakukan hal saru (porno) menurut pandangan anak SMP.

Hari itu hujan rintik-rintik (yaiks, kayak apa aja!). Heheheh,.. ralat! Hari itu Budi duduk tepat di belakang Nie. Budi lagi bangga akan penggaris panjangnya yang didapat dari ayah dan bunda (walah,.. opo seh!). Trus, di kala guru sedang menerangkan dengan seriusnya, tiba-tiba! Ctaaarrr!!!

Si Budi menggunakan penggaris panjangnya untuk menarik tali BH (waktu itu masih pake mini set) Nie dari belakang! Itu adalah kejad…

Korban Gagal Move On

Sudah lebih dari 1 bulan semenjak saya mengunggah tulisan saya lagi di Facebook dan blog, atas dukungan Ega. Dan sudah lebih dari 1 bulan juga saya absen nulis. Well, janji tinggallah janji.

Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, right? Daripada kita off topic, mendingan saya ceritakan alasan saya tiba-tiba menghilang dr dunia socmed. Well, bukan menghilang, tp lay low. Tp ada temen yang sampek nyangka saya deactivate account gara-gara jarang eksis.

Sejak sebelum lebaran, saya diminta boss untuk bantuin mengecek budget marketing untuk tahun depan. Well, how hard can it be? Boss bilang saya disuruh ngecek semua angka match up dan itung2annya bener. Ok sip!

Ternyata job description 'membantu' itu sangat ambigu, sodara-sodara. Yang ada, saya ikut mengerjakan budget itu dan semua teori akuntansi yang pernah saya pelajari dalam hidup, harus dikeluarkan.

Sayangnya, saya hampir tidak pernah belajar akuntansi. Waktu SMA, saya selalu bolos atau bahasa kerennya dulu &…

New Chapter: Different Focus

Tahun 2017 adalah sebuah halaman baru dari perjalanan hidup saya. Saya menikah di tahun 2012, memiliki anak pertama di tahun 2014. Bukan, saya tidak sedang mengumumkan hadirnya anak ke-2 (apalagi suami kedua 😜) seperti yang dipikirkan banyak orang. Saya ingin menceritakan keputusan besar yang saya ambil akhir tahun lalu.
Tahun lalu, tepatnya di bulan Desember, saya memutuskan untuk resign dari jabatan saya sebagai Head of Marketing di sebuah perusahaan retail terkemuka di Indonesia dan mengalihkan fokus saya untuk lebih menjadi seorang Mama untuk anak saya. Keputusan ini memang cukup mengejutkan, bahkan bagi saya sendiri, tetapi langkah ini adalah suatu keputusan yang sudah lama harusnya saya ambil.
Saya adalah seorang wanita karir, heart and soul. Bekerja adalah bagian hidup saya yang sudah ditanamkan dari muda. Waktu saya masih duduk di sekolah dasar, di saat liburan sekolah, dimana banyak teman yang berlibur, saya sering 'berlibur' di perpustakaan atau kantor di tempat Mama …